cool hit counter

PDM Kabupaten Trenggalek - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Trenggalek
.: Home > Sejarah

Homepage

SEJARAH MUHAMMADIYAH TRENGGALEK

Muhammadiyah di Trenggalek sudah tercatat sebagai Ranting dalam Berita Tahoenan Moehammadijah Hindia Timoer (BTMHT) tahun 1927 dengan nomor urut 176. Berdirinya Muhammadiyah di Trenggalek berawal ketika Kyai Moh Toyyib, tinggal di Desa Ngantru, didatangi seorang pedagang sekaligus mubaligh dari Yogyakarta. Tamu yang sampai sekarang belum diketahui siapa namanya itu bercerita tentang ide-ide dan paham keagamaan yang dibawa oleh Muhammadiyah.

Ketertarikan Moh Toyyib menumbuhkan kemauannya untuk menyebarkan paham yang dinilainya baru itu. Sebagai awal penyebarannya, dia mendirikan jamaah di sebuah mushalla kecil di pojok Desa Kauman (sebelah Barat Masjid Agung Trenggalek sekarang). Selang beberapa lamanya, dia dibantu H Ansari dari Desa Surodakan, untuk membina para jamaah. Lambat laun jumlah jamaah semakin bertambah, dan materi yang disampaikan keduanya juga semakin luas dan mendalam. Selain keduanya, tokoh perintis Muhammadiyah di Trenggalek antara lain Mudasir, Sumardi, Dahroni, Moh Tamsir, Sukarsi, dan Ahmad Kusairi.

Pada tahun 1960, Muhammadiyah Trenggalek yang dipimpin oleh Ahmad Kusairi masih berstatus Cabang di bawah naungan PDM Kediri. Pada 1967 statusnya berubah menjadi Daerah. Dalam Musyda tahun itu, Yunus Isa terpilih sebagai Ketua. Namun, karena dia belum menetap di Trenggalek, maka Ketua dipegang oleh Ahmad Kusairi sampai satu periode. Ketua periode 1970-1975 Abi Chabsin (tidak sampai satu periode karena dipindahtugaskan ke Makassar), dan diteruskan Yunus Isa. Periode 1975-1980 dipimpin H Abdus Syakur, diteruskan Moeyoto (1980-1985, tetapi dipindahtugaskan ke Probolinggo), sehingga diteruskan Abdus Syakur. Periode 1985-1990 dipimpin Amanan, diteruskan H Yunus Isa (1990-1995), dan H Moeyoto pada periode 2000-2005.

(Dikutip dari buku Menembus Benteng Tradisi)


Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website